Senin, 21 Januari 2019

Camp Kebangsaan Pemuda Lintas Iman


CAMP KEBANGSAAN PEMUDA LINTAS IMAN "KITA BERSAUDARA"

lagi lagi kemah kebangsaan hehe, tapi kali ini beda ceritanya. Oke aku ceritain.
Camp Kebangsaan Pemuda Lintas Iman diselenggarakan oleh GKJ Wedi Klaten, Jawa Tengah dalam rangka HUT ke-50 Tahun GKJ Wedi. Acara dilaksanakan pada tanggal 3-4 November 2018 bertempat di Dodiklatpur IV Diponegoro (Depo, Klaten Selatan) dengan tema “KITA BERSAUDARA”. Event ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dari berbagai agama di Indonesia.

langsung aja aku share pamflet dan rundown acara ya, kurang lebih kek gitu acaranya.



yang paling berkesan adalah ketika :
1.      sharing dengan fasilitator yang ajib
2.      lilin unggun dan pesta kembang api
3.      kunjungan ke berbagai tempat ibadah (pondok pesantren, gereja, dan pura)


dalam kunjungan ke tempat-tempat tersebut, peserta gak cuma sekedar masuk lihat-lihat enggak, didalamnya ada sedikit kajian oleh pemuka agama setempat agar peserta tau apa yang ada dalam agama tersebut.

dari event ini, apa yang aku dapatkan?
kalau kemah kebangsaan sebelumnya lebih ke pembentukan karakter nasionalisme, nah kalau ini benar-benar mengajarkan toleransi antar umat beragama, membuka fikiran peserta yang awalnya agak negatif dengan agama lain, membuka ruang gema peserta yang selama ini cuma bergaul dengan orang seagama. Dan di dua hari pertemuan ini aku merasakan kedamaian di antara perbedaan. Kita itu bersaudara, beragam, bukan hanya seragam.

maaf ya mungkin disini aku ngga bisa cerita lengkap, lebih lengkapnya bisa diintip di :
Instagram :
https://instagram.com/campkebangsaan.gkjwedi?utm_source=ig_profile_share&igshid=1ko3s0i79ssjb





KEMAH KEBANGSAAN National Character Building


KEMAH KEBANGSAAN
National Character Building
"Menjaga Indonesia Dengan Merawat Pancasila & Menangkal Radikalisme"

Halo guys, apa kabar? Semoga sehat selalu ya. oke kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku di event Kemah Kebangsaan National Character Building dengan Tema "Menjaga Indonesia Dengan Merawat Pancasila & Menangkal Radikalisme" yang diadakan oleh Jaringan Lintas Kultural Omah Ijo Sukoharjo. Event ini dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, 24-25 Februari 2018 bertempat di Taman Segaranan, Sriwedari, Surakarta, dengan jumlah peserta ± 100 Orang (Pelajar & Mahasiswa)

beberapa mata acaranya antara lain:
                        ➢ Regristrasi Peserta
                        ➢ Pembagian kelompok
                        ➢ Pendirian Tenda
                        ➢ Study Lapangan & Kenegara-an di Museum Radya Pustaka
                        ➢ Presentasi Hasil Study Lapangan
                        ➢ Diskusi, pentas wayang & Api Unggun
                        ➢ Inti Acara “Nation Character Building”
                        ➢ Olahraga

Pertama pembukaan dan pembagian kelompok, peserta dibagi 5 kelompok sesuai falsafah Pancasila. Aku mendapat kelompok ke-3, namanya kelompok “Persatuan Indonesia”. Banyak teman kelompokku yang keren dan menginspirasi, aku banyak belajar dari mereka. Pembagian kelompok umum dan tenda selesai, lanjut bangun tenda.


Kemah kali ini bukan kemah biasa, biasanya kemah di padang rumput kan? Kali ini aku dan teman-temanku mendirikan tenda di atas puing-puing bekas runtuhan bangunan di dekat Taman Segaranan Sriwedari. Awalnya aku mikir “lah gimana tidurnya? bongkahan tembok semua” Aku pun mencari lahan yang agak rata biar bisa nyaman buat tidur. Setelah di briefing panitia akhirnya aku mengerti maknanya. Hal ini dimaksudkan agar kami para peserta merasakan nuansa yang berbeda dari biasanya, karena bangunan yang sekarang runtuh itu dulunya adalah semacam pendopo tempat berkumpulnya para sultan Keraton Surakarta.


Sebelum event dimulai, peserta dikumpulkan di depan Museum Radya Pustaka, dan dibebaskan masuk museum untuk belajar tentang benda-benda peninggalan sejarah yang ada di dalamnya. Kemudian kami tiap kelompok presentasi program apa yang harus dilakukan untuk melestarikan museum. Kelompokku membuat GERELYA (gerakan relawan budaya), yang mana gerakan kami ini memanfaatkan media sosial untuk membagikan suatu informasi tentang budaya apapun di Indonesia yang perlu dilestarikan, dengan hashtag #gerelya dan berbagai tagar yang bisa memviralkan tempat-tempat peninggalan sejarah dan budaya. Keren kan misi kami? Hehe. Alhamdulillah juga, sampai sekarang tagar gerelya masih ada yang menggunakan walaupun masih sedikit.

Malam telah tiba, setelah istirahat sholat dan makan malam, peserta diajak diskusi tentang isu terhangat pada saat itu, tentunya sesuai tema ya. Semakin malam pembahasan semakin panas  ditambah dengan suasana ruangan yang agak remang dengan cahaya yang minim, hanya dikelilingi obor yang menemani diskusi kami sampai menjelang tengah malam. Selain itu kami juga dihibur dengan nyanyian dari Ki Janthit Sanakala, beliau pembina dari Jaringan Lintas Kultural Omah Ijo, selanjutnya api unggun kecil disisipi nasihat dari seorang habib (lupa namanya huhu) yang menambah kedamaian jiwa di malam yang syahdu kala itu (azek :v).

Paginya, kami olahraga dan sarapan. Karena hari minggu, di depan Taman Sriwedari ada CFD (car free day), rame banget gan wkwk. Disitulah mental kami diuji, acara inti national character buildingnya disitu ternyata. Apa yang kami lakukan? Penasaran gak? Haha. Oke awalnya di sekeliling tenda ada beberapa banner yang berisi kata-kata nasionalis beberapa tokoh pahlawan, kemudian tiap kelompok memilih salah satu. Dan dari kata-kata itulah dijadikan tema atau dasar untuk penampilan kami di CFD.

Waktu itu kelompokku mendapat tema sumpah pemuda. Kami menampilkan tarian dari beberapa daerah dan orasi kebangsaan. Kelompok lain ada yang tampil mini drama, puisi, dan lain-lain, keren banget gilaaaa, berasa jaman kemerdekaan sumpah :D dan uniknya kami pentas seni tidak di panggung, akan tetapi di jalanan gaes, iya salam satu aspal wkwk. Gak sia-sia, aksi kami megundang perhatian banyak orang di CFD Solo dan mereka mengapresiasinya. Setelah acara inti selesai kami berkumpul kembali di aula untuk sharing dan penutupan serta pembagian sertifikat.

Jadi, apa sih yang aku dapet di event ini? Pertama, pastinya pengalaman baru ya, apalagi waktu itu aku masih maba polos gatau apa2 wkwk, tentunya pengalaman discussion, problem solving, dll. Kedua, ilmu baru tentang pembentukan karakter, semangat nasionalisme, dan wawasan kebangsaan yang disampaikan dan dikemas secara unik dan menarik tidak membosankan seperti pelajaran di kelas. Ketiga, teman baru relasi baru yang sampe sekarang alhamdulillah masih komunikasi dengan baik. Keempat, refreshing, yaaa itung-itung liburan lah di Solo hehe.

Oke mungkin itu dulu ya ceritaku di kemah kebangsaan kali ini, see you...