KEMAH KEBANGSAAN
National Character Building
"Menjaga
Indonesia Dengan Merawat Pancasila & Menangkal Radikalisme"
Halo
guys, apa kabar? Semoga sehat selalu ya. oke kali ini aku mau cerita tentang
pengalamanku di event Kemah Kebangsaan National Character Building dengan Tema "Menjaga
Indonesia Dengan Merawat Pancasila & Menangkal Radikalisme" yang diadakan oleh Jaringan Lintas Kultural
Omah Ijo Sukoharjo. Event ini dilaksanakan pada hari Sabtu –
Minggu, 24-25 Februari 2018 bertempat di Taman Segaranan, Sriwedari, Surakarta,
dengan jumlah peserta ± 100 Orang (Pelajar & Mahasiswa)
beberapa
mata acaranya antara lain:
➢
Regristrasi Peserta
➢
Pembagian kelompok
➢
Pendirian Tenda
➢
Study Lapangan & Kenegara-an di Museum Radya Pustaka
➢
Presentasi Hasil Study Lapangan
➢
Diskusi, pentas wayang & Api Unggun
➢
Inti Acara “Nation Character Building”
➢
Olahraga
Pertama pembukaan dan
pembagian kelompok, peserta dibagi 5 kelompok sesuai falsafah Pancasila. Aku
mendapat kelompok ke-3, namanya kelompok “Persatuan Indonesia”. Banyak teman
kelompokku yang keren dan menginspirasi, aku banyak belajar dari mereka. Pembagian
kelompok umum dan tenda selesai, lanjut bangun tenda.
Kemah kali ini bukan
kemah biasa, biasanya kemah di padang rumput kan? Kali ini aku dan
teman-temanku mendirikan tenda di atas puing-puing bekas runtuhan bangunan di
dekat Taman Segaranan Sriwedari. Awalnya aku mikir “lah gimana tidurnya?
bongkahan tembok semua” Aku pun mencari lahan yang agak rata biar bisa nyaman
buat tidur. Setelah di briefing panitia akhirnya aku mengerti maknanya. Hal ini
dimaksudkan agar kami para peserta merasakan nuansa yang berbeda dari biasanya,
karena bangunan yang sekarang runtuh itu dulunya adalah semacam pendopo tempat
berkumpulnya para sultan Keraton Surakarta.

Sebelum event dimulai,
peserta dikumpulkan di depan Museum Radya Pustaka, dan dibebaskan masuk museum
untuk belajar tentang benda-benda peninggalan sejarah yang ada di dalamnya. Kemudian
kami tiap kelompok presentasi program apa yang harus dilakukan untuk
melestarikan museum. Kelompokku membuat GERELYA (gerakan relawan budaya), yang
mana gerakan kami ini memanfaatkan media sosial untuk membagikan suatu informasi
tentang budaya apapun di Indonesia yang perlu dilestarikan, dengan hashtag #gerelya
dan berbagai tagar yang bisa memviralkan tempat-tempat peninggalan sejarah dan
budaya. Keren kan misi kami? Hehe. Alhamdulillah juga, sampai sekarang tagar
gerelya masih ada yang menggunakan walaupun masih sedikit.
Malam telah tiba,
setelah istirahat sholat dan makan malam, peserta diajak diskusi tentang isu
terhangat pada saat itu, tentunya sesuai tema ya. Semakin malam pembahasan
semakin panas ditambah dengan suasana
ruangan yang agak remang dengan cahaya yang minim, hanya dikelilingi obor yang
menemani diskusi kami sampai menjelang tengah malam. Selain itu kami juga
dihibur dengan nyanyian dari Ki Janthit Sanakala, beliau pembina dari Jaringan
Lintas Kultural Omah Ijo, selanjutnya api unggun kecil disisipi nasihat dari
seorang habib (lupa namanya huhu) yang menambah kedamaian jiwa di malam yang
syahdu kala itu (azek :v).
Paginya, kami olahraga
dan sarapan. Karena hari minggu, di depan Taman Sriwedari ada CFD (car free
day), rame banget gan wkwk. Disitulah mental kami diuji, acara inti national
character buildingnya disitu ternyata. Apa yang kami lakukan? Penasaran gak?
Haha. Oke awalnya di sekeliling tenda ada beberapa banner yang berisi kata-kata
nasionalis beberapa tokoh pahlawan, kemudian tiap kelompok memilih salah satu.
Dan dari kata-kata itulah dijadikan tema atau dasar untuk penampilan kami di CFD.
Waktu itu kelompokku
mendapat tema sumpah pemuda. Kami
menampilkan tarian dari beberapa daerah dan orasi kebangsaan. Kelompok lain ada
yang tampil mini drama, puisi, dan lain-lain, keren banget gilaaaa, berasa
jaman kemerdekaan sumpah :D dan uniknya kami pentas seni tidak di panggung,
akan tetapi di jalanan gaes, iya salam satu aspal wkwk. Gak sia-sia, aksi kami
megundang perhatian banyak orang di CFD Solo dan mereka mengapresiasinya. Setelah
acara inti selesai kami berkumpul kembali di aula untuk sharing dan penutupan
serta pembagian sertifikat.
Jadi, apa sih yang aku
dapet di event ini? Pertama, pastinya pengalaman baru ya, apalagi waktu itu aku
masih maba polos gatau apa2 wkwk, tentunya pengalaman discussion, problem
solving, dll. Kedua, ilmu baru tentang pembentukan karakter, semangat
nasionalisme, dan wawasan kebangsaan yang disampaikan dan dikemas secara unik
dan menarik tidak membosankan seperti pelajaran di kelas. Ketiga, teman baru
relasi baru yang sampe sekarang alhamdulillah masih komunikasi dengan baik.
Keempat, refreshing, yaaa itung-itung liburan lah di Solo hehe.
Oke mungkin itu dulu ya
ceritaku di kemah kebangsaan kali ini, see you...