Kamis, 10 Januari 2019

Indonesian Youth Entrepreneur & Voluntary (I-YEV) Camp 2018


I-YEV Camp 2018 Jawaban dari Penasaranku Tentang Pemberdayaan Masyarakat


Di tengah sibuknya perkuliahan dan organisasi, saya ingin mencoba mencari kegiatan lain di luar kampus yang bisa menambah pengetahuan sekaligus refreshing. Kemudian saya menemukan acara yang pas, yaitu Indonesian Youth Entrepreneur & Voluntary (I-YEV) Camp 2018 yang dilaksanakan pada Sabtu hingga Senin, 25-27 Agustus 2018 di Welo River, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Event ini merupakan sebuah kegiatan yang dipelopori oleh organisasi Grow to Give kolaborasi dengan World Merit Semarang, dan diikuti oleh 42 delegasi mahasiswa dari berbagai universitas seluruh Indonesia serta 27 pemuda lokal.

Saya Wiwin Frawinda, mahasiswi Universitas Negeri Semarang, dan juga salah satu best delegates dari kegiatan ini, sangat terkesan di setiap sesi kegiatan, and this moment so unforgetable banget, hehe. Motivasi awal saya mengikuti event ini adalah ingin tau apa sih itu sociopreneur? Bagaimana caranya memberdayakan masyarakat dengan bisnis sosial? Dan banyak materi-materi yang membuat saya sangat penasaran ketika melihat informasi I-YEV Camp di instagram.

Kegiatan diawali hari Sabtu, 25 Agustus 2018. Untuk menuju tempat camp, best delegates naik kendaraan lokal atau mobil bak terbuka, warga setempat menyebutnya dengan “duplak”. Sesampainya di tempat camp, para peserta disuguhkan dengan jernihnya air di Welo River. Sesi materi dimulai, saya dan peserta mendapat materi luar biasa dari pemateri hebat yang turut berkontribusi dalam Indonesian Youth Entrepreneur & Voluntary Camp 2018. Yang pertama, kak Puthut Ardianto, owner @lemospiresbatik & founder Savanna, mengisi materi tentang personal development. Kemudian, kak Amanda Margareth yang dikenal sebagai social media influencer memberikan materi personal branding. Selanjutnya kak Yuniar Kris Santoso atau biasa dipanggil kak Kris, Vice President Business Development, menyampaikan tentang konsep Business model and Development. Sebagai penutup, dalam acara api unggun, Salman Alfarisi sebagai President World Merit Semarang menutup kegiatan hari itu dengan menyampaikan perkenalan terkait Sustainable Development Goals (SDGs).



Hari kedua, Minggu (26/8), pagi hari diawali dengan senam, latihan flash mob untuk hari ketiga, dan juga beberapa game. Setelah itu, materi berikutya adalah kak Mario Agustian Lasut sebagai pendiri Indostarter dan MAL Media Group, memberikan materi Business Ideation and Execution. Selanjutnya, materi how to make a great Presentation disampaikan oleh kak Melvin Mumpuni yang merupakan pendiri Finansialku.com. Setelah itu, kak Emmy Surya menyampaikan materi terkait Marketing and Development Online Business. Dan materi terakhir, kak Titik Rusmiati sebagai CEO Grow to Give atau lebih akrab disapa kak Rosi bercerita tentang awal berdirinya Grow To Give yang dilanjutkan dengan menyampaikan cara untuk membuat Logical Framework untuk menggali kebutuhan masyarakat dampingan. Inilah materi yang saya tunggu-tunggu sejak awal, tentang cara mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat dan bagaimana langkah demi langkah yang harus dilakukan.

Semua materi beserta pematerinya sangat luar biasa dan dapat saya terima. Teman-teman pemuda lokal walaupun tampak agak susah mengerti bahasa pemateri yang sering menggunakan bahasa inggris, beruntungnya kami para mahasiswa dapat mengatasi kesulitan pemuda lokal dalam memahami bahasa inggris. Dan baru kali ini saya menjadi peer educator bagi orang lain yang usianya bahkan di atas saya. Berhubung saya bisa berbahasa jawa khususnya dialek ngapak, dan saya sedikit tahu tentang Pekalongan, maka saya sangat mudah berkomunikasi dengan pemuda lokal. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk lebih dekat dengan mereka, menanyakan masalah apa saja yang ada di desa ini dan bagaimana mereka bisa berkembang dengan usaha yang sedang dijalani saat ini.

Saya merasa beruntung serta bersyukur sekali bisa dipertemukan dengan mereka semua, kegiatan ini sangat bermanfaat, saya berterima kasih kepada semua panitia, teman-teman mahasiswa, dan warga lokal. Saya banyak belajar dari mereka, mereka adalah keluarga baru bagi saya. Kebetulan latar belakang saya hampir mirip dengan masyarakat di Kayupuring, sama-sama hidup di daerah pegunungan, cukup jauh dari pusat kota, dan harus berfikir  bagaimana saya hidup dengan memanfaatkan potensi yang ada. Semoga ilmu yang bermanfaat ini bisa saya terapkan, kegiatan serupa I-YEV Camp dapat sustain terus kedepannya. Saya yakin, di tengah maraknya hedonisme pada mahasiswa, masih lebih banyak mahasiswa yang mampu mengangkat serta mengampanyekan kegiatan pengentasan kemiskinan dan kebodohan pada waktu yang sama.

Oke, itu sedikit cerita di IYEV Camp 2018, di bawah ini beberapa keseruan kegiatan kami  yang tergambar dalam foto keren dan gokil hehe
kalian juga bisa kunjungi Instagram @growtogive_id dan channel youtube Grow To Give Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar