I-YEV
Camp 2018 Jawaban
dari Penasaranku Tentang Pemberdayaan Masyarakat
Di tengah sibuknya
perkuliahan dan organisasi, saya ingin mencoba mencari kegiatan lain di luar
kampus yang bisa menambah pengetahuan sekaligus refreshing. Kemudian saya
menemukan acara yang pas, yaitu Indonesian Youth Entrepreneur & Voluntary
(I-YEV) Camp 2018 yang dilaksanakan pada Sabtu hingga Senin, 25-27 Agustus 2018
di Welo River, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Event ini
merupakan sebuah kegiatan yang dipelopori oleh organisasi Grow to Give kolaborasi
dengan World Merit Semarang, dan diikuti oleh 42 delegasi mahasiswa dari
berbagai universitas seluruh Indonesia serta 27 pemuda lokal.
Saya Wiwin Frawinda,
mahasiswi Universitas Negeri Semarang, dan juga salah satu best delegates dari
kegiatan ini, sangat terkesan di setiap sesi kegiatan, and this moment so
unforgetable banget, hehe. Motivasi awal saya mengikuti event ini adalah ingin
tau apa sih itu sociopreneur? Bagaimana caranya memberdayakan masyarakat dengan
bisnis sosial? Dan banyak materi-materi yang membuat saya sangat penasaran
ketika melihat informasi I-YEV Camp di instagram.
Kegiatan diawali hari
Sabtu, 25 Agustus 2018. Untuk menuju tempat camp, best delegates naik kendaraan
lokal atau mobil bak terbuka, warga setempat menyebutnya dengan “duplak”. Sesampainya
di tempat camp, para peserta disuguhkan dengan jernihnya air di Welo River. Sesi
materi dimulai, saya dan peserta mendapat materi luar biasa dari pemateri hebat
yang turut berkontribusi dalam Indonesian Youth Entrepreneur & Voluntary
Camp 2018. Yang pertama, kak Puthut Ardianto, owner @lemospiresbatik & founder Savanna, mengisi materi tentang
personal development. Kemudian, kak Amanda
Margareth yang dikenal sebagai social
media influencer memberikan materi personal
branding. Selanjutnya kak Yuniar Kris Santoso atau biasa dipanggil kak
Kris, Vice President Business Development,
menyampaikan tentang konsep Business
model and Development. Sebagai penutup, dalam acara api unggun, Salman
Alfarisi sebagai President World Merit
Semarang menutup kegiatan hari itu dengan menyampaikan perkenalan terkait Sustainable Development Goals (SDGs).
Hari kedua, Minggu
(26/8), pagi hari diawali dengan senam, latihan flash mob untuk hari ketiga, dan juga beberapa game. Setelah itu,
materi berikutya adalah kak Mario Agustian Lasut sebagai pendiri Indostarter
dan MAL Media Group, memberikan materi Business
Ideation and Execution. Selanjutnya, materi how to make a great Presentation disampaikan oleh kak Melvin
Mumpuni yang merupakan pendiri Finansialku.com. Setelah itu, kak Emmy Surya
menyampaikan materi terkait Marketing and
Development Online Business. Dan materi terakhir, kak Titik Rusmiati
sebagai CEO Grow to Give atau lebih akrab disapa kak Rosi bercerita tentang
awal berdirinya Grow To Give yang dilanjutkan dengan menyampaikan cara untuk
membuat Logical Framework untuk
menggali kebutuhan masyarakat dampingan. Inilah materi yang saya tunggu-tunggu
sejak awal, tentang cara mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat dan
bagaimana langkah demi langkah yang harus dilakukan.
Semua materi beserta
pematerinya sangat luar biasa dan dapat saya terima. Teman-teman pemuda lokal
walaupun tampak agak susah mengerti bahasa pemateri yang sering menggunakan
bahasa inggris, beruntungnya kami para mahasiswa dapat mengatasi kesulitan
pemuda lokal dalam memahami bahasa inggris. Dan baru kali ini saya menjadi peer
educator bagi orang lain yang usianya bahkan di atas saya. Berhubung saya bisa
berbahasa jawa khususnya dialek ngapak, dan saya sedikit tahu tentang
Pekalongan, maka saya sangat mudah berkomunikasi dengan pemuda lokal.
Kesempatan ini saya manfaatkan untuk lebih dekat dengan mereka, menanyakan
masalah apa saja yang ada di desa ini dan bagaimana mereka bisa berkembang
dengan usaha yang sedang dijalani saat ini.
Saya merasa beruntung serta
bersyukur sekali bisa dipertemukan dengan mereka semua, kegiatan ini sangat
bermanfaat, saya berterima kasih kepada semua panitia, teman-teman mahasiswa,
dan warga lokal. Saya banyak belajar dari mereka, mereka adalah keluarga baru
bagi saya. Kebetulan latar belakang saya hampir mirip dengan masyarakat di
Kayupuring, sama-sama hidup di daerah pegunungan, cukup jauh dari pusat kota,
dan harus berfikir bagaimana saya hidup
dengan memanfaatkan potensi yang ada. Semoga ilmu yang bermanfaat ini bisa saya
terapkan, kegiatan serupa I-YEV Camp dapat sustain terus kedepannya. Saya
yakin, di tengah maraknya hedonisme pada mahasiswa, masih lebih banyak mahasiswa
yang mampu mengangkat serta mengampanyekan kegiatan pengentasan kemiskinan dan
kebodohan pada waktu yang sama.
Oke, itu sedikit cerita di IYEV Camp 2018, di bawah ini beberapa keseruan kegiatan kami yang tergambar dalam foto keren dan gokil hehe
kalian juga bisa kunjungi Instagram @growtogive_id dan channel youtube Grow To Give Indonesia
kalian juga bisa kunjungi Instagram @growtogive_id dan channel youtube Grow To Give Indonesia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar